7 Tips Menetaskan Telur BSF bagi Pemula

Budidaya lalat tentara hitam (Black Soldier Fly) atau yg lebih dikenal dg sebutan BSF atau maggot, kini semakin diminati oleh masyarakat. Demi dapat mengolah sampah secara mandiri di rumah, masyarakat mulai sadar untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik inilah yang nantinya dapat menjadi salah satu bahan utama untuk budidaya maggot. Selain itu, masyarakat yang ingin budidaya maggot tentunya juga membutuhkan bibit maggot yang biasanya dalam bentuk telur. Telur BSF bisa didapatkan secara langsung dari alam atau pembudidaya maggot lainnya yang sudah ada.

Ketika masyarakat sudah memiliki lahan, stok sampah organik dan telur BSF maka budidaya maggot siap untuk dilakukan. Telur BSF harus ditetaskan terlebih dahulu sampai menjadi mini maggot/mini larva agar dapat memakan sampah organik. Teknik menetaskan telur ini menjadi penting karena dari sinilah proses budidaya maggot akan dimulai. Namun, seringkali telur yang ditetaskan tidak dapat menjadi minilarva karena berbagai hal. Nah, berikut adalah beberapa tips supaya telur BSF dapat menetas menjadi mini larva:

  1. Tetaskan telur BSF dengan media yg bertekstur lembut seperti bubur.

Dalam kurun waktu 2-3 hari, telur akan menetas menjadi mini larva yang ukurannya sangat kecil. Minilarva ini akan segera memakan sampah organik yang tersedia. Sama hal nya dengan bayi manusia, maka mini larva ini juga akan lebih mudah memakan makanan bertekstur lembut dibandingkan dengan yang kasar. Pembudidaya dapat menggunakan sampah sisa makanan yg dicacah halus atau pelet ikan yang diberi air  untuk menjadi media penetasan.

  1. Gunakan penyangga jaring–jaring kawat untuk menahan telur supaya tdk langsung bersentuhan dg media.

Hal ini harus dilakukan supaya telur tidak basah dan menjadi busuk yang akhirnya telur tidak akan menetas.

  1. Telur harus disebarkan merata di atas penyangga kawat.

Hal ini dilakukan supaya telur yg sudah menetas akan lebih mudah untuk turun ke media pakan dan dapat langsung memakan media tersebut. Jika telur diletakkan bertumpuk, maka mini larva akan sulit turun ke media pakan. Akibatnya, mini larva akan kehabisan energi dan mati sebelum dapat memakan media.

  1. Berikan bahan kering seperti dedak di sekeliling media pakan.

Media yang sangat basah atau menggenang membuat mini larva tidak nyaman dan akhirnya keluar dari bak penetasan. Jika hal ini dibiarkan, maka mini larva yang tertinggal di bak akan semakin sedikit bahkan habis. Oleh sebab itu, pembudidaya perlu menambahkan dedak ke sekeliling media pakan supaya air dpt terserap dan mini larva hidup dengan nyaman sampai nantinya dipindahkan ke bak yg lebih besar.

  1. Tempat yang sejuk untuk menetaskan telur.

Telur BSF sebaiknya ditetaskan di ruangan/tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang bagus serta terhindar dari sinar matahari langsung. Hal ini bertujuan supaya telur tidak kepanasan, kering dan akhirnya mati sebelum menetas. Selain itu, tempat yang panas juga mengakibatkan media pakan cepat menguap dan kering, sehingga akan mengeras dan sulit untuk dimakan oleh mini larva.

  1. Tempatkan penetasan telur di tempat yang bersih dan aman dari predator.

Predator seperti cicak dan tikus seringkali mengganggu bak penetasan telur. Predator tersebut bisa saja memakan telur BSF atau merusak tatanan bak penetasan, sehingga harus dihindari. Oleh sebab itu, penetasan telur harus dilakukan di tempat yang benar2 aman.

  1. Tetaskan telur sesegera mungkin.

Saat ini, telur BSF dapat diperoleh dari alam atau  kandang BSF yang sudah ada. Setelah telur dipanen, sebaiknya telur langsung ditetaskan. Namun, jika pemula mendapatkan telur dari luar kota dan harus dikirim melalui ekspedisi, maka segeralah buka kemasan telur ketika sampai supaya telur tidak kekurangan oksigen dan akhirnya tidak dpt menetas. Setelah itu, telur harus segera ditetaskan. Tentunya sebelum telur datang, pemula harus sudah menyiapkan bahan apa saja yang akan menjadi media pakan supaya penetasan telur dapat cepat dilakukan.

Itulah beberapa tips menetaskan telur BSF, selamat mencoba!.


Penulis: Riyadlus Shaliha, Zahrotunnisa

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *